• Bm7
    Terima kasih sudah berkunjung xD
Home » , » Faktor Yang Mempengearuhi Oksigenasi

Faktor Yang Mempengearuhi Oksigenasi

Senin, 02 April 2012
Faktor-faktor yang mempengaruhi Oksigenasi
Usia
Faktor perkembangan merupakan pengaruh yang sangat penting dalam fungsi pernapasan. Saat lahir, perubahan yang sangat jelas terjadi dalam sistem pernapasan. Air yang terdapat dalam paru akan keluar, Pco2 meningkat, dan neonatus mengambil napas pertama paru secara bertahap akan berkembang pada setiap pernapasan berikutnya, mencapai inflasi penuh pada usia 2 minggu. Perubahan yang terjadi karena penuan yang mempengaruhi sistem pernapasan lansia mejadi sangat penting jika sistem mengalami gangguan akibat perubahan seperti infeksi, stres fisik atau emosional, pembedahan, anestesi, atau prosedur lain. Perubahan-perubahan tersebut adalah 1.dinding dada dan jalan napas menjadilebih kaku dan menjadi kurang elastis dan kurang elastis 2.jmlh pertukaran udara menurun 3.refleks batuk dan kerja silia berkurang 4.membran mukosa menjdai lebih kering dan lebih rapuh 5.terjadi penurunan kekuatan otot dan daya tahan 6.Apabila terjadi osteoporosis, kekuatan ekspansi dapat menurun 7.terjadi penurunan efisiensi sistem imun 8.penyakit refluks gastreosofagus lebih sering terjadi pada lansia dan meningkatkan resiko aspirasi. Aspirasi isi lambung kedalam paru seringkali menyebabkan bronkospasme dengan menimbulkan respon inflamasi.
Gaya Hidup
Olahraga fisik atau aktivitas fisik meningkatkan frekuensi dan kedalaman pernapasan dan oleh arena itu juga meningkatkan suplai oksigen didalam tubuh. Sebaliknya, orang yang banyak duduk,kurang memiliki ekspansi alveolar dan pola napas dalam seperti yang dimiliki oleh orang yang melakukan aktivitas secara teratur dan mereka tidak mampu  berespon secara efektif terhadap stresor pernapasan . pekerjaan tertentu menyebabkan individu terkena penyakit paru misalnya, silikosis lebih sering diderita oleh pemecah batu pasir dan pengrajin tembikar dibandingkan populasi lain . asbetosis dijumpai pada pekerja asbestos, antrakosis dijumpai pada penambang batu bara, dan penyakit debu organik dijumpai pada petani dan pekerja pertanian yang bekerja dengan jerami yang berjamur.
Medikasi
Beragam pengobatan daat mengurangi frekuensi dan kedalaman pernapasan. Obat yang paling sering menyebabkan efek ini adalah hipnotik sedatif benzodiazepin dan obat antiansietas, flurazepam (Dalmane), Midazolane(Versed), Barbiturat(misfenobarbital), dan narkotik seperti morfin dan meperidin hidroklorida(demerol). Saat memberikan obat ini perawat harus memberikan status pernapasan secara cermat, terutama jika obat baru dimulai atau jika dosisnya di tingkatkan walaupun keamanan obat ini menghawatirkan,seringkali manfaat obat ini melebihi resiko depresi pernapasan.
Stres
Apabila stres dan sresor dihadapi,baik respon psikologis maupun fisiologis dapat mempengaruhi oksigenasi. Beberapa orang dapat mengalami hiperventilasi sebagai respon terhadap stres. Apabila yang terjadi, PO2 arteri meningkat dan PCO2 menurun. Akibanya orang dapat mengalami berkunang–kunang dan kebas serta kesemutan pada jari tangan, jari kaki, dan disekitar mulut. Secara fisiologis sistem saraf simpatik distimulasi dan epinefrin dilepaskan . epinefrin menyebabkan bronkiolus berdilatasi,Meningkatkan aliran darah dan enghantaran oksigen ke otot aktif. Walaupun respon ini bersifat adaktif dalam jangka pendek. Apabila stres belanjut maka respon ini ,dapat merusak meningkatkan resiko penyakit kardiofaskuler.
Perubahan dalam fungsi Respirasi :
Hipoksia
Adalah suatu kondisi ketidakcukupan oksigen di tempat manapun dalam tubuh, dari gas yang diispirasi dari jaringan. Hipoksia dapat dihubungan dalam setiap bagian ventilasi, difusi gas, atau transposrt gas oleh darah dan dapat disebabkan oleh setiap kondisi yang mengubah satu atau semua bagian dalam proses tersebut.
Hipoventilasi, yaitu ketidakkuatan ventilasi alveuler yang menyebabakan hipoksia, terjadi karena penyakit otot pernapasan, obat-obatan atau anastesi. Karbondioksida yang menumpuk dalam darah yakni sebuah kondisi yang disebut hiperkarbia.
Tanda2 hipoksia
Denyut nadi cepat, pernapasan cepat, dankal, dan dispnea, peningkatan gelisa, retrikasi interkosta, sianosis.
Perubahan pola pernapasan
Pola pernapasan menunjukkan frekuensi, volume, irama, dan kemudahan relatif. Atau upaya pernapasan. Respirasi normal (eupnea) bersifat tenang, beriama, dan tanpa mengeluarkan usaha. Takipnea (frekuensi cepat) di jumpI PADA saat demam, asidosis metabolik, nyeri dan hiperkapnia. Bradibnea adlah frekuensi pernapasan yang lambat secara abnormal.
Irama pernapasan abnormal menciptakan pola pernapasan yang tidak teratur, 2 iram pernapasan yang tidak ormal adalah:
Pernapasan CHEYNE-stokes. Irama penguatan dan pernapasan yang sangat jelas dari pernapasan yang sangat dalam ke pernapasan yang sangat dangkal dan apnea temporer, penyebab umum mencakup gagal jantung kongestif, peningkatan tekanan intrakarnial dan overdosis obat.
Pernapasan Biot. Pernapasan dangkal yang diselingi dengan apnea dapat dilihat pasa klien penderita penyakit sistem saraf pusat.
Obstruksi jalan napas
Terjadi di sepanjang saluran pernapasan atas atau bawah yakni di hidung, farink atau larink terjadi karena adanya benda asing seperti makanan karena lidah akan terjatuh ke belakang menutup orofaring saat seseorang tidak sadar atau sekresi menumpuk disaluran napas

Terimakasih telah berkunjung ke http://black-markett7.blogspot.com
JANGAN LUPA TINGGLAKAN KOMENTAR ANDA DIBAWAH SINI


.: Artikel Terkait :.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar asalkan tidak mengandung SPAM/SARA, jika komentar mengandng spam maka komentar tidak akan ditampilkan atau dihapus oleh admin blog ini. TERIMAKASIH

Follow by Email

Facebook