• Bm7
    Terima kasih sudah berkunjung xD
Home » » Pengertian dan kegunaan filsafat

Pengertian dan kegunaan filsafat

Jumat, 03 Februari 2012
Pengertian dan kegunaan filsafat
Dalam sejarah perkembangan pemikiran kefilsafatan,antara satu ahli filsafat dan ahli filsafat lainnya selalu berbeda dan hampir sama. Pengertian filsafat dapat dipilahkan kedalam dua garis besar,yaitu secara etimologi dan terminologi.
*Pengertian secara etimologi
Kata filsafat, yang dalam bahasa arab dikenal dengan istilah falsafah dan dalam bahasa inggris dengan istilah philosophy adalah berasal dari bahasa yunani philosophia. Kata philosophia terdiri atas kata philein yang berarti cinta (love) dan sophia yang berarti kebijakan (wisdom). Sehingga pengertian etimologis dari istilah filsafat berarti cinta kebijaksanaan atau love of wisdom dalam arti yang sedalam-dalamnya.
*Pengertian secara terminologi
Pengertian secara terminologis merupakan uraian yang menjelaskan berdasarkan batasan-batasan definisi yang disusun oleh filsuf dan ahli filsafat pengertian terminologis tentang filsafat adalah (i).upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik dan lengkap tentang seluruh realitas;(ii).upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan besar secara nyata;(iii).upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuannya:sumbernya,hakikatnya ,keabsahanya dan nilainya.
*Kegunaan filsafat
Kegunaan belajar filsafat pada peradaban dunia mutakhir ini adalah karena dunia sedang dilanda krisis peradaban dan ilmu pengetahuan dengan indikator sebagaimana dinyatakan oleh para ahli: (i)The end of ideology(Daniel bell 1971);(ii)The end of history an the last man (F.Fukuyama 1997;(iii)The death of education (Neil postman 2000);(iv)The death of science (John Horgan 1997).
Krisis ilmu pengetahuan ditandai oleh : (i) Tdak ada temuan baru setelah temuan C.Darwin dan A.einstein. semua temuan dan teori baru merupakan turunan teori-teori Evolusi Darwin dan teori relativitas Einstein; (ii) Ilmu dengan teorinya gagal atau tidak mampu menjelaskan gejala alam dan non-alam (gagal menjelaskan krisis-krisis kemanusiaan); (iii) terjadi risis moralitas dan kejahatan dalam dunia ilmu yang terus meluas.
Dengan belajar filsafat semakin menjadikan orang untuk mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metode – metode ilmu khusus. Jadi, filsafat membantu manusia mendalami pertanyaan asasi manusia tentang makna realitas dan ruang lingkupnya. Kemampuan itu dipelajari melalui dua jalur, yaitu secara sistematik dan secara historis.


.: Artikel Terkait :.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar asalkan tidak mengandung SPAM/SARA, jika komentar mengandng spam maka komentar tidak akan ditampilkan atau dihapus oleh admin blog ini. TERIMAKASIH

Follow by Email

Facebook